VLOOKUP adalah rumus Excel yang digunakan untuk mencari data pada kolom pertama sebuah tabel, kemudian mengembalikan nilai dari kolom lain yang berada di sebelah kanannya sesuai posisi yang ditentukan.
HLOOKUP adalah rumus Excel yang digunakan untuk mencari data pada baris pertama sebuah tabel, kemudian mengembalikan nilai dari baris lain di bawahnya sesuai posisi yang ditentukan.
Dari kedua pengertian tersebut dapat diketahui bahwa VLOOKUP dan HLOOKUP memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk mencari data (lookup). Perbedaannya terletak pada lokasi data yang dicari dan arah pencariannya.
Untuk memperjelas perbedaannya, berikut contoh penggunaan kedua fungsi tersebut.
Cara Menggunakan VLOOKUP dan HLOOKUP
Misalkan terdapat tabel harga berbagai jenis jus dan Anda ingin mengetahui harga Jus Apel.
Pada kasus ini fungsi yang digunakan adalah VLOOKUP karena nama jus berada pada kolom pertama tabel dan harga berada pada kolom di sebelah kanannya.
- Letakkan kursor pada sel E3.
- Ketik rumus VLOOKUP.
- Parameter lookup_value diisi dengan sel D2 yang berisi nama jus yang dicari.
- Parameter table_array diisi dengan range A2:B9.
- Parameter col_index_num diisi angka 2 karena harga berada pada kolom kedua.
- Parameter range_lookup diisi FALSE agar pencarian dilakukan secara tepat.
Rumus yang digunakan:
=VLOOKUP(D2,A2:B9,2,FALSE)
Setelah menekan tombol Enter, hasil yang diperoleh adalah 9.900.
Cara Kerja VLOOKUP
VLOOKUP akan mencari nilai yang terdapat pada parameter lookup_value di kolom pertama tabel. Pada contoh ini, nilai yang dicari adalah “Jus Apel”.
Proses pencarian dilakukan dari atas ke bawah hingga ditemukan data yang sesuai. Karena arah pencariannya vertikal, fungsi ini dinamakan Vertical Lookup (VLOOKUP).
Setelah data ditemukan, VLOOKUP mengambil nilai dari kolom yang ditentukan oleh parameter col_index_num.
Pada contoh di atas, nilai col_index_num adalah 2 sehingga hasil yang dikembalikan adalah harga Jus Apel, yaitu 9.900.
Sekarang misalkan tabel yang sama diubah sehingga nama jus berada pada baris pertama dan harga berada pada baris kedua.
Dalam kondisi ini fungsi yang digunakan adalah HLOOKUP karena data yang dicari berada pada baris pertama tabel.
- Letakkan kursor pada sel B5.
- Ketik rumus HLOOKUP.
- Parameter lookup_value diisi dengan sel A5 yang berisi nama jus yang dicari.
- Parameter table_array diisi dengan range B1:I2.
- Parameter row_index_num diisi angka 2 karena harga berada pada baris kedua.
- Parameter range_lookup diisi FALSE agar pencarian dilakukan secara tepat.
Rumus yang digunakan:
=HLOOKUP(A5,$B$1:$I$2,2,FALSE)
Setelah menekan tombol Enter, hasil yang diperoleh adalah 9.900.
Cara Kerja HLOOKUP
HLOOKUP akan mencari data yang terdapat pada parameter lookup_value di baris pertama tabel.
Proses pencarian dilakukan dari kiri ke kanan hingga data ditemukan. Karena arah pencariannya horizontal, fungsi ini dinamakan Horizontal Lookup (HLOOKUP).
Setelah data ditemukan, HLOOKUP mengambil nilai dari baris yang ditentukan oleh parameter row_index_num.
Pada contoh di atas, nilai row_index_num adalah 2 sehingga hasil yang dikembalikan adalah harga Jus Apel, yaitu 9.900.
Kesimpulan Perbedaan VLOOKUP dan HLOOKUP
VLOOKUP (Vertical Lookup) mencari data pada kolom pertama sebuah tabel dari atas ke bawah. Setelah data ditemukan, fungsi akan mengambil nilai dari kolom tertentu pada baris yang sama.
HLOOKUP (Horizontal Lookup) mencari data pada baris pertama sebuah tabel dari kiri ke kanan. Setelah data ditemukan, fungsi akan mengambil nilai dari baris tertentu pada kolom yang sama.
Dengan demikian, perbedaan utama antara VLOOKUP dan HLOOKUP terletak pada arah pencarian datanya:
- VLOOKUP digunakan untuk data yang tersusun secara vertikal.
- HLOOKUP digunakan untuk data yang tersusun secara horizontal.
Jika data referensi tersusun dalam bentuk kolom, gunakan VLOOKUP. Jika data referensi tersusun dalam bentuk baris, gunakan HLOOKUP.